Admin | Al Basmalah Banyubunih, 01 Mei 2017 M. 

Bulan sya’ban merupakan salah satu Bulan mulia, dianjurkan untuk berpuasa sejak bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan (3 Bulan) secara berturut-turut. 

Salah satu puasa yang diharamkan oleh syari’at adalah berpuasa di waktu setengah akhir dari bulan sya’ban (tgl 16 – 29/30) dan hari syak/ragu (hari tgl 30 Bulan sya’ban, dan ada kabar terlihatnya Bulan oleh orang yang tidak tahu ilmu falaq, anak kecil, wanita dan orang yang tidak mempunyai sifat adil), sebagaimana hadist Rasulullah Saw. :
إذا نتصف شعبان فلا تصوموا | رواه أبو دوري 

Jika bulan sya’ban memasuki separuhnya maka janganlah kalian berpuasa. 
من صام يوم الشك فقد عصى أبا القاسم صلى الله عليه وسلم | رواه الترمدي

Barang siapa yang berpuasa di hari syak maka sungguh durhaka pada Aba al Qasim. Hr. at-Tirmidiy
Dari dua hadits di atas; puasa separuh akhir dari bulan sya’ban (16-30) dan hari syak diharamkan. Hikmah diharamkan berpuasa di hari-hari separuh akhir bulan sya’ban dikarenakan untuk mempersiapkan puasa di bulan Ramadhan supaya lebih kuat, sedangkan diharamkannya berpuasa di hari syak karena beribadah di waktu dalam keadaan ragu itu tidak sah sehingga berdampak haram bagi yang mengetahuinya. 

Keharaman berpuasa di hari-hari yang telah dibahas di atas jika memulai puasa sunnah pas pada tanggal 16 sya’ban sampai tanggal 30, dan tidak haram jika berpuasa pada tanggal 15 sya’ban dan bersambung pada tanggal-tanggal berikutnya atau mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah di hari-hari yang di sunnahkan berpuasa sebelum memasuki tanggal 16 seperti hari senin dan kamis, atau mempunyai tanggungan puasa wajib seperti puasa nadzar, qodlo’ dll. sebagaimana dalam waktu-waktu shalat yang dimakruhkan jika tidak ada sebab yang terdahulu atau akhir. 

#Siput kecil

Advertisements