Desa Banyubunih; merupakan desa yang terletak di kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan Madura dengan luas daerahnya ± 4.000 M², dan jumlah penduduknya ± 8.000 jiwa(berdasarkan hitungan Pilkades). Desa yang terkenal ke luar daerah pulau Madura dengan wisata unggulannya Air Terjun Batu Raja, Gua Lor, Gua Botol DLL. sangat sederhana keberadaan penduduknya, santun dan akrab. 

Sekilas tentang penamaan Banyubunih; berdasarkan cerita rakyat/penduduk desa Banyubunih dari turun temurun, mama Banyubunih adalah nama yang dinisbatkan pada kedermawanan seorang tokoh do desa tersebut. Singkat cerita; dulu pada masa tokoh pertama Banyubunih(baca Bhujuk; madura red), beliau sedang bekerja membajak sawah dengan alat traditional (baca Asakak save kalaben sapeh; madura red), Ada kuda kehausan sedang mencari air kemana-mana, kuda tadi meminta kepada penduduk yang dijumpainya tidak dikasih air yang kayak, melainkan air sisa dari cucian parabot dapur(aing rakora), kuda tersebut beranjak meninggalkan penduduk-penduduk setempat sehingga sampai pada Bhujuk yang sedang membajak sawah tadi, lalu kuda tadi menunjukkan tingkahnya yang sangat kehausan sembari menengadahkan moncongnya, denga rasa yang hiba dan belas kasih Bhujuk tadi mendekatinya dengan membawa air minum yang merupakan bekalnya sendiri yang dibawa dari rumahnya. Kemudian dia memberikan seluruh air minum tadi sembari menyuguhkan me dalam muncong kuda tersebut, setelah itu kuda tersebut sehat bugar kembali seraya mengikik-mengikik sambil mencakarkan kedua kaki depannya sampai-sampai bumi tadi tergali agak dalam, Bhujuk tadi terdiam keheranan, kemudian dihampirinya sembari memigang kepala kuda tadi, setelah kuda kembali terdiam dia membawa kesamping sawahnya. Syahdan…!  Apa yang terjadi?  Di waktu dia berjalan beberapa langkah dengan kuda tadi dari tempat galiannya, dibelangkangnya terdengar letusan/ledakan yang sangat dahsyat, setelah dilihat olehnya ternyata dari bekas galian kuda tadi mengeluarkan air yang sangat deras dan jernih. Dari sini muncullah istilah “Aledduk Ibhudih (meledak di belakang)” yang kemudian terkenal dengan sebutan Banyubunih (air jernih). Inilah sekelumit kisah bijak prilaku pendahulu desa Banyubunih yang sampai Semarang keberadaan sumber mata air dirasakan manfaatnya oleh seluruh penduduk banyubunih, bahkan ke desa-desa yang lain. 

Semoga bermanfaat…! 

Advertisements